Rp 500 miliar. Namun, tahun ini, induk usaha RCTI itu baru akan mengeksekusi penerbitan surat
utang Rp 250 miliar. Sebagian dana hasil penerbitan MTN itu akan digunakan untuk memperkuat
modal kerja MNCN. (Kontan/uth)
|
|
| BLTA tahun depan akan menerbitkan saham baru untuk mengakuisisi Camillo Eitzen & Co ASA (CECO) pada Juli 2010. Penerbitan saham baru itu menimbulkan potensi dilusi sebesar 25% dan perseroan akan dikuasai dua pihak, yakni PT Tunggaladhi Baskasa dan Axel C Eitzen. (koranjakarta/gps). |
INILAH.COM, Jakarta - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) akan membayarkan dividen tahun buku 2008 pada 11 November 2009.
Hal itu disampaikan manajemen BMTR di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/10).
Dalam keterangan tertulisnya di keterbukaan informasi BEI, pembayaran dividen akan dilakukan pada 11 November mendatang.
Untuk jadwal pembagian dividen antara lain cum dividen di pasar reguler dan pasar negoisasi pada 23 Oktober, ex dividen di pasar reguler dan pasar negoisasi pada 26 Oktober, cum dividen di pasar tunai dan recording date yang berhak atas dividen pada 28 Oktober, dan ex dividen di pasar tunai pada 29 Oktober. [cms]
Langkah akuisisi perusahaan pelayaran asing ini dilakukan BLTA guna mendukung ekspansi global perseroan. Sebelumnya BLTA juga dikabarkan tengah mencari pinjaman sebesar US$ 344 juta guna menambah 13 kapal hingga 2011, demikian seperti dikutip dari sebuah situs ekonomi nasional.
Keputusan untuk akuisisi perseroan kali ini bisa meningkatkan penetrasi BLTA ke pasar Eropa. Diversifikasi usaha BLTA menuju pasar Eropa ini diharapkan bisa positif, terlebih lagi BLTA memang sudah bersiap untuk menambah jumlah armadanya. Selain itu untuk menghadapi asas cabotage yang mulai berlaku tahun depan BLTA juga sudah membeli 2 kapal senilai US$ 80 juta-US$ 90 juta serta menyewa 2 kapal tambahan.
Sedangkan untuk aksi korporasi terbarunya BLTA sepertinya masih belum menentukan sumber pendanaan. Pada penutupan perdagangan Jumat (2/10) kemarin saham BLTA stagnan di Rp 830 dengan volume perdagangan mencapai 142.889 unit saham senilai Rp 58,9 miliar sebanyak 1.399 kali transaksi. [hid]
| KARK menangi kontrak untuk menyuplai batubara medium-calorie sebanyak 100.000 metrik ton ke China setiap bulan selama lima tahun, ungkap sekretaris peseroan Endang Wijaya. Perjanjian pembelian tersebut telah ditandatangani dengan Guangdong Zhenrong Energy Co pada 28 Sept09. Harga saham KARK hari ini (+29,62%) ke 140 pada pkl 3:42 p.m waktu lokal . Harga sahamnya naik tertinggi dalam tiga bulan.(bloomberg/fz) |
| TRUB melalui anak usahanya, PT Maxima Infrastruktur akan menjual 90% saham PT Manunggal Multi Energi yang memiliki konsesi pertambangan batubara seluas 1.600 hektare di Muara Enim, Sumsel dengan cadangan 140 juta ton batubara. Lanco Infratech, salah satu perusahaan yang berminat atas Manunggal Multi dengan menawarakan harga maksimal US$ 90 juta. Saat ini, perseroan masih mengkaji sejumlah calon yang berminat membelinya. (kontan/fz) |
| Pada periode 1 Oktober 2009- 1 Januari 2010, MNCN akan kembali menggelar buy back dengan target sebanyak 1,25 miliar saham atau sekitar 9,1% saham. Ini merupakan buy back periode keempat sejak Oktober 2008. (Kontan/uth) |
Hal ini disampaikan Hary Tanoesoedibjo, Direktur Utama MNCN dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Jumat (4/9).
Sesuai hasil RUPS tahunan 17 Juli 2009 lalu, Perseroan memutuskan untuk membagi dividen tunai sebesar Rp5 per saham. [cms]