Friday, October 9, 2009

MNCN

MNCN akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) maksimal
Rp 500 miliar. Namun, tahun ini, induk usaha RCTI itu baru akan mengeksekusi penerbitan surat
utang Rp 250 miliar. Sebagian dana hasil penerbitan MTN itu akan digunakan untuk memperkuat
modal kerja MNCN. (Kontan/uth)

BLTA: Akuisisi Camillo Sebabkan Dilusi 25%

BLTA tahun depan akan menerbitkan saham baru untuk mengakuisisi Camillo Eitzen & Co ASA (CECO) pada
Juli 2010. Penerbitan saham baru itu menimbulkan potensi dilusi sebesar 25% dan perseroan akan dikuasai
dua pihak, yakni PT Tunggaladhi Baskasa dan Axel C Eitzen. (koranjakarta/gps).

Monday, October 5, 2009

BMTR - Global Mediacom Bayar Dividen Rp.3,5/shm November 2009

INILAH.COM, Jakarta - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) akan membayarkan dividen tahun buku 2008 pada 11 November 2009.

Hal itu disampaikan manajemen BMTR di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/10).

Dalam keterangan tertulisnya di keterbukaan informasi BEI, pembayaran dividen akan dilakukan pada 11 November mendatang.

Untuk jadwal pembagian dividen antara lain cum dividen di pasar reguler dan pasar negoisasi pada 23 Oktober, ex dividen di pasar reguler dan pasar negoisasi pada 26 Oktober, cum dividen di pasar tunai dan recording date yang berhak atas dividen pada 28 Oktober, dan ex dividen di pasar tunai pada 29 Oktober. [cms]

Saturday, October 3, 2009

BLTA kabarnya akan melakukan akuisisi perusahaan pelayaran asal Norwegia

NILAH.COM, Jakarta - PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) kabarnya akan melakukan akuisisi perusahaan pelayaran asal Norwegia. Nilai akuisisi terhadap perusahaan pelayaran Norwegia tersebut kurang lebih sebesar US$ 100 juta.

Langkah akuisisi perusahaan pelayaran asing ini dilakukan BLTA guna mendukung ekspansi global perseroan. Sebelumnya BLTA juga dikabarkan tengah mencari pinjaman sebesar US$ 344 juta guna menambah 13 kapal hingga 2011, demikian seperti dikutip dari sebuah situs ekonomi nasional.

Keputusan untuk akuisisi perseroan kali ini bisa meningkatkan penetrasi BLTA ke pasar Eropa. Diversifikasi usaha BLTA menuju pasar Eropa ini diharapkan bisa positif, terlebih lagi BLTA memang sudah bersiap untuk menambah jumlah armadanya. Selain itu untuk menghadapi asas cabotage yang mulai berlaku tahun depan BLTA juga sudah membeli 2 kapal senilai US$ 80 juta-US$ 90 juta serta menyewa 2 kapal tambahan.

Sedangkan untuk aksi korporasi terbarunya BLTA sepertinya masih belum menentukan sumber pendanaan. Pada penutupan perdagangan Jumat (2/10) kemarin saham BLTA stagnan di Rp 830 dengan volume perdagangan mencapai 142.889 unit saham senilai Rp 58,9 miliar sebanyak 1.399 kali transaksi. [hid]

KARK: Menangi Kontrak Batubara ke China Selama 5 Tahun

KARK menangi kontrak untuk menyuplai batubara medium-calorie sebanyak 100.000 metrik ton
ke China setiap bulan selama lima tahun, ungkap sekretaris peseroan Endang Wijaya.
Perjanjian pembelian tersebut telah ditandatangani dengan Guangdong Zhenrong Energy Co pada 28 Sept09.

Harga saham KARK hari ini (+29,62%) ke 140 pada pkl 3:42 p.m waktu lokal .
Harga sahamnya naik tertinggi dalam tiga bulan.(bloomberg/fz)

Thursday, October 1, 2009

TRUB: Akan Jual 90% Saham Manunggal Multi Energi

TRUB melalui anak usahanya, PT Maxima Infrastruktur akan menjual 90% saham PT Manunggal Multi Energi
yang memiliki konsesi pertambangan batubara seluas 1.600 hektare di Muara Enim, Sumsel
dengan cadangan 140 juta ton batubara.
Lanco Infratech, salah satu perusahaan yang berminat atas Manunggal Multi dengan menawarakan
harga maksimal US$ 90 juta.
Saat ini, perseroan masih mengkaji sejumlah calon yang berminat membelinya. (kontan/fz)

MNCN: Akan Buy Back 9,1% Senilai Rp 472 Miliar

Pada periode 1 Oktober 2009- 1 Januari 2010, MNCN akan kembali menggelar buy back dengan
target sebanyak 1,25 miliar saham atau sekitar 9,1% saham. Ini merupakan buy back periode keempat
sejak Oktober 2008. (Kontan/uth)

Rumor TRUB

Cermati Saham Truba
SEJUMLAH konsorsium broker tengah mengoleksi saham PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB). Kabarnya, kata sumber Investor Daily, harga TRUB bakal dikerek ke kisaran Rp 200-250 dalam jangka pendek. Perseroan segera mendapatkan dana segar dari Lanco Infratech Ltd. Salah satu perusahaan infrastruktur terbesar di India itu sedang memfinalisasi pembelian tambang batubara milik perseroan senilai Rp 900 miliar. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, TRUB terkoreksi Rp 1 (0,59%) ke posisi Rp 168.


Global Mediacom Akan Buyback Saham Rp 300 M

PT Global Mediacom Tbk (BMTR) akan membeli kembali (buyback) saham maksimal Rp 300 miliar atau 20% dari modal disetor. Dana buyback saham bersal dari kas internal perseroan.
Direktur Utama Global Mediacom Hary Tanoesoedibjo mengatakan, buyback saham akan digelar mulai1 Oktober 2009 dan berakhir 1 Januari 2010. Pihaknya menunjuk PT Bhakti Securities sebagai perantara pedagang efek buyback tersebut. “Kami akan menggunakan dana kas internal untuk membiayai trans-aksi tersebut,” ujarnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (30/9).
Dia menjelaskan, buyback saham dapat menurunkan nilai aktiva dan ekuitas perseroan, termasuk mengurangi laba bersih perseroan hingga Rp 6 miliar. Estimasi itu dilihat dari potensi penurunan pendapatan akibat menggunakan dana kas internal yang disimpan pada bank untuk membiayai buyback ini.
Perseroan akan menempatkan saham buyback sebagai treasury stock yang bisa dimanfaatkan untuk membiayai utang perseroan bersifat ekutias, seperti obligasi tukar ataupun alat tukar untuk investasi ke depan. Selain itu, perseroan juga bisa menjual kembali saham tersebut ke pasar.
Hingga semester I-2009, Global Mediacom telah membukukan laba bersih sebesar Rp 179 miliar dan pendapatan bersih sebesar Rp 2,4 triliun. Sedangkan total aktiva tercatat Rp 14 triliun. (fei)

Saturday, September 5, 2009

MNCN Bagi Dividen Tunai 21 Oktober 2009

INILAH.COM, Jakarta - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2008 pada 21 Oktober 2009.

Hal ini disampaikan Hary Tanoesoedibjo, Direktur Utama MNCN dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Jumat (4/9).

Sesuai hasil RUPS tahunan 17 Juli 2009 lalu, Perseroan memutuskan untuk membagi dividen tunai sebesar Rp5 per saham. [cms]