Saturday, August 7, 2010

Tergerus Beban Keuangan, Laba Bakrie Sumatera (UNSP) Q2 2010 Anjlok 26,67

Jakarta - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) mencatat penurunan laba bersih sebesar 26,67% karena adanya peningkatan beban lain-lain sebesar 535,10% di semester I-2010. Sementara pendapatan perseroan meningkat 8,93%.

"Laporan keuangan kondilidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia," kata Presiden Direktur UNSP Ambono Janurianto dalam keterbukaan informasi di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (4/8/2010).

Hingga akhir semester I-2010, UNSP mencatat pendapatan sebesar Rp 1,134 triliun, naik 8,93% dari periode yang sama sebelumnya Rp 1,041 triliun. Beban pokok pendapatan turun 6,3% menjadi Rp 680,775 miliar dari sebelumnya Rp 726,598 miliar.

Penurunan beban pokok berhasil mengangkat laba kotor sebesar 43,86% menjadi Rp 453,524 miliar dari sebelumnya Rp 315,233 miliar. Namun beban usaha meningkat 63,08% menjadi Rp 120,813 miliar dari sebelumnya Rp 74,079 miliar.

Akibatnya, laba usaha sedikit terkikis menjadi Rp 332,711 miliar, naik 37,96% dari sebelumnya Rp 241,154 miliar. Beban lain-lain juga meningkat drastis 535,10% menjadi Rp 218,552 miliar dari sebelumnya Rp 34,412 miliar.

Peningkatan beban lain-lain terutama disebabkan adanya beban bunga dan keuangan menjadi Rp 212,906 miliar dari sebelumnya Rp 111,505 miliar. Peningkatan beban keuangan ini menyebabkan laba bersih UNSP hanya tercatat sebesar Rp 99,135 miliar, turun 26,67% dari sebelumnya Rp 135,188 miliar.

Laba per saham pun menurun menjadi Rp 8,5 per saham dari sebelumnya Rp 36 per saham.

Sunday, July 25, 2010

Saham Basuki (KBRI) Rahmat Terjun Bebas

JAKARTA. Pada sesi dua transaksi perdagangan bursa, saham PT Kertas Basuki Rahmat Indonesia (KBRI) turun tajam. Bahkan penurunan harga sahamnya merupakan yang terbesar dalam tiga bulan terakhir.
Anjloknya harga saham ini terkait rencana pembundelan saham (reverse stocks split) oleh KBRI yang ditujukan untuk menaikkan harga saham.

Pada pukul 14.01, saham KBRI terjun bebas 11% menjadi Rp 57. Pada pembukaan tadi, harga saham KBRI seharga Rp 64.

Saturday, July 17, 2010

Terkuak Dana Misterius Group Bakrie

(Businessreview) - Teka-teki mengenai dana misterius milik PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) di PT Bank Capital Tbk (BACA) sedikit terkuak. Manajemen UNSP mengaku tidak lagi memiliki deposito pada bank tersebut.

Direktur Keuangan UNSP Harry Nadir mengatakan, deposito yang ditanamkan ke BACA memakan waktu sebentar. Sebagai gambaran, UNSP memasukkan dana sebesar Rp 3,5 triliun pada 20 Maret 2010. “Nah, dana ini sudah kami tarik lagi dari BACA pada 31 Maret 2010,” jelasnya.

Menurutnya, duit tersebut sudah digunakan untuk membayar serangkaian akuisisi perusahaan. Grup Domba Mas termasuk salah satu di antaranya. Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk modal kerja UNSP dan anak usahanya.
"Ada juga sebagian dana yang kami simpan di sebuah fund di Hongkong yang nilainya kurang dari Rp 1 triliun," paparnya.

Pada kesempatan itu, Harry juga menjelaskan, pemilihan BACA sebagai tempat menyimpan uang deposito terkait dari serangkaian proses rights issue yang dilakukan UNSP. Dengan begitu, "Bukan kami yang memilih BACA,” imbuhnya.

Dana misterius 7 emiten grup Bakrie alias Bakrie 7 di PT Bank Capital Tbk (BACA) ternyata mencapai Rp 6,884 triliun. Total dana Bakrie 7 yang ditempatkan di bank tersebut mencapai Rp 9,055 triliun.

Demikian berdasarkan penelusuran detikFinance pada laporan keuangan triwulan I-2010 seluruh emiten Bakrie 7 dan BACA, Selasa (13/7/2010).

Berikut rincian deposito berjangka Bakrie 7 yang berdenominasi rupiah di BACA:

   1. PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) senilai Rp 3,758 triliun.
   2. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) senilai Rp 3,504 triliun.
   3. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) senilai Rp 1,136 triliun.
   4. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) senilai Rp 202,280 miliar.
   5. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) senilai Rp 254,301 miliar.
   6. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 9,998 miliar (US$ 1,099 juta).
   7. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) senilai Rp 191,398 miliar (US$ 21,055 juta).

Sebagai catatan, laporan keuangan BUMI dan DEWA menggunakan acuan mata uang dolar AS. Namun deposito BUMI sebesar US$ 1,099 juta dan DEWA sebesar US$ 21,055 juta ditempatkan dalam denominasi rupiah di BACA.

Kurs yang digunakan BUMI dan DEWA dalam laporan keuangan triwulan I-2010 adalah sebesar Rp 9.090/US$, sehingga diperoleh angka deposito BUMI sebesar Rp 9,998 miliar sedangkan DEWA sebesar Rp 191,398 miliar. Keduanya masuk dalam pos deposito berjangka rupiah BACA.

Total dana Bakrie 7 yang ditempatkan di BACA mencapai Rp 9,055 triliun. Namun anehnya, total nilai deposito berjangka BACA dalam laporan keuangan triwulan I-2010 hanya ada sebesar Rp 2,329 triliun.

Nilai tersebut terdiri atas deposito berjangka rupiah sebesar Rp 2,171 triliun dan deposito berjangka dolar AS senilai Rp 158,188 miliar. Berhubung seluruh deposito berjangka Bakrie 7 menggunakan denominasi rupiah, maka seharusnya nilai deposito berjangka rupiah BACA minimal sebesar Rp 9,055 triliun.

Namun yang tercatat hanya Rp 2,171 triliun. Itu berarti, ada selisih sebesar Rp 6,884 triliun yang hingga kini belum dapat dipastikan keberadaannya.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Eddy Sugito tengah memanggil manajemen BACA dan Bakrie 7 guna meminta penjelasan soal adanya selisih tersebut. Direktur Keuangan BNBR Eddy Soeparno ketika dikonfirmasi pun mengaku tidak mengetahui detil mengenai itu.(berbagai sumber)

Tuesday, July 13, 2010

UNSP Sudah Selesaikan Pembelian Domba Mas dan Benua Indah

JAKARTA. PT Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) telah menyelesaikan pembelian aset milik Domba Mas dan Benua Indah. Ditargetkan, pada September 2010 mendatang, kedua perusahaan tersebut sudah mulai berjalan.
Direktur Keuangan UNSP Harry Nadir mengungkapkan, pembelian aset dua perusahaan yang tersangkut kredit macet di Bank Mandiri itu sudah selesai dilakukan. Saat ini, sudah memasuki tahapan penyelesaian berupa penyerahan dokumen.
“Tim kita sudah masuk di sana (Domba Mas dan Benua Indah), diharapkan September 2010 sudah mulai produksi,” ujarnya kepada KONTAN, Senin (12/7).
Seperti diketahui, awal tahun ini UNSP meraup dana dari right issue sebesar Rp 4,97 tiriliun. Sekitar Rp 2 triliun diantaranya digunakan untuk membeli aset Domba Mas dan Benua Indah. Kedua perusahaan tersebut tersangkut utang korporasi dengan pihak Bank Mandiri. Total utang pokok, bunga dan denda Domba Mas mencapai Rp 3 triliun. Sedangkan nilai tunggakan Benua Indah sekitar Rp 480 miliar.

Wednesday, June 30, 2010

IPO ABC Rp 208,8 Triliun (Terbesar di Dunia) Bikin Bursa China Rontok

Shanghai - Indeks Shanghai dan Hang Seng rontok tajam lantaran investor melakukan penarikan dana besar-besaran guna ikut berpartisipasi dalam masa penawaran awal (bookbuilding) saham perdana (IPO) Agricultural Bank of China (ABC) yang mencapai US$ 23,2 miliar atau sekitar Rp 208,8 triliun.

IPO ini merupakan aksi korporasi terbesar di dunia, mengalahkan rekor sebelumnya IPO Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) pada Oktober 2006 senilai US$ 21,9 miliar.

ABC akan mencatatkan sahamnya di bursa Shanghai dan Hong Kong alias dual listing. IPO raksasa ini diperkirakan menyerap sebagian besar dana dari pasar modal di dua bursa tersebut.

Kontan saja, indeks Shanghai langsung melorot tajam 108,22 poin (4,27%) ke level 2.427,05, level terendah selama 14 bulan terakhir. Sedangkan indeks Hang Seng anjlok 516,71 poin (2,49%) ke level 20.209,97.

Seperi dilansir Reuters, Selasa (29/6/2010), pelemahan ini memicu koreksi seluruh bursa-bursa Asia lainnya, termasuk IHSG. Investor global Asia diperkirakan memutuskan melakukan penarikan dana besar-besaran untuk dua hal.

Pertama, ikut berpartisipasi dalam aksi IPO terbesar di dunia itu. Kedua, investor mengantisipasi perkembangan lebih lanjut atas situasi utang Eropa dan perkembangan pertumbuhan perekonomian dunia menyusul rekomendasi pertemuan G20 yang mengindikasikan adanya pengurangan utang dan defisit negara-negara maju.

Rekomendasi G20 ini disinyalir bakal menciptakan kondisi kekurangan likuiditas yang tentunya juga akan berdampak pada terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dari target semula.

Atas dua alasan tersebut, investor memutuskan melakukan penarikan dana besar-besaran dan membuat indeks-indeks berguguran. Pembukaan perdagangan bursa-bursa Eropa juga dibuka melemah cukup tajam dengan rata-rata di atas 1% menyusul rekomendasi G20 tersebut.

Koreksi indeks bursa Shanghai tercatat paling dalam di dunia pada perdagangan hari ini. Selain terjadi penarikan dana besar-besaran untuk ikutan dalam IPO ABC, pelaku pasar China juga mengkhawatirkan proyeksi perekonomian China.

"Pasar masih menghadapi tekanan dari sisi pendanaan dan kita masih khawatir tentang perekonomian domestik," ujar analis Shanghai Securities, Zheng Weigang.

IPO ABC

Di bursa Shanghai, ABC akan mencatatkan 22,23 miliar saham dengan kisaran harga 2,52 - 2,68 yuan per saham atau US$ 0,37 - 0,39 per saham.

Dana yang akan diraup dari bursa Shanghai mencapai 56,02 - 59,57 miliar yuan atau setara dengan US$ 8,22 - 8,67 miliar. Dalam mata uang rupiah nilainya mencapai Rp 73,98 - 78,03 triliun.

Di bursa Hong Kong, bank ini akan mencatatkan 25,41 miliar saham dengan kisaran harga sebesar HK$ 2,88 - 3,48 per saham atau US$ 0,37 - 0,45 per saham.

Dana yang akan diperoleh dari Hong Kong berkisar antara HK$ 73,18 - 88 miliar atau US$ 9,40 - 11,43 miliar. Dalam mata uang rupiah setara dengan Rp 84,6 - 102,87 triliun.

Total saham yang akan dicatatkan di dua bursa tersebut sebanyak 47,64 miliar saham senilai US$ 17,62 - US$ 20,1 miliar atau Rp 158,58 - Rp 180,90 triliun. Jumlah saham dan nilai tersebut belum termasuk opsi over allotment (greenshoe).

ABC akan mengumumkan harga final IPO pada 7 Juli 2010. Perdagangan perdana (listing) di bursa Shanghai dijadwalkan pada 15 Juli 2010 dan di bursa Hong Kong pada 16 Juli 2010.

Sunday, June 13, 2010

Ciri Orang Sukses VS Ciri Orang gagal

 1. Memiliki IMPIAN / TUJUAN / GOAL yang jelas dan tepat untuk hidupnya.
Orang gagal: tidak memiliki tujuan / goal.

2. Selalu MENCATAT TUJUAN (Goals Visualisation) dan mengevaluasinya setiap hari.
Orang gagal: menganggap remeh dan malas mencatat goal-nya hanya mengingat di kepala.

3. Bertanggung-jawab mengerjakan pekerjaan harian dan TIDAK memiliki ALASAN.
Orang gagal: tidak bertanggung jawab dan memiliki 1001 alasan.

4. Memiliki tindakan nyata, tidak hanya sebatas omongan.
Orang gagal: selalu membicarakan rencana tanpa tindakan.

5. Selalu melakukan “auto suggestion” setiap hari dengan mengatakan “Saya akan melakukan…….(promosi, follow-up dll), saya berhak sukses”
Orang gagal: melakukan pembatasan diri (self limitation), dan menganggap tidak bisa sukses.

6. Memiliki sikap positif, rajin, tangguh, mau maju, mau belajar, mau berkembang.
Orang gagal: memiliki sikap malas, tidak mau mengembangkan diri, puas dengan keadaan.

7. Berteman dengan orang-orang berhasil.
Orang gagal: berteman dengan orang negatif, sikap buruk.

8. Pandai mengatur waktu, selalu bertemu orang sukses, rajin berkonsultasi, mau memiliki penghasilan besar.
Orang gagal: tidak memiliki konsep waktu, membuang waktu, tidak bekerja produktif.

9. Bertindak mengikuti SYSTEM, melakukan semua tahapan dan menjadi “murid”, ikut terlibat dalam TIM.
Orang gagal: menjalankan cara sendiri seakan-akan sudah bisa, tanpa bantuan system maupun tim.

10.Selalu mau mengembangkan diri.
Orang gagal: malas mengembangkan diri, membiarkan pikirannya dimasuki berita negatif.

11. Memiliki KOMITMEN yang kuat untuk SUKSES dan siap menerima TANTANGAN untuk sukses
Orang gagal: selalu mudah menyerah dan putus asa, tidak mau menerima tantangan.

12. Percaya bahwa kekuatan bawah sadar memiliki kekuatan 1000x lipat kekuatan lebih besar dari kekuatan apapun.
Orang gagal: kurang percaya pada kekuatan pikiran bawah sadar, kalau hasilnya tidak kelihatan dalam waktu singkat, mudah menyerah dan putus asa.

13. Selalu ingin menjalin HUBUNGAN BAIK dengan orang lain
Orang gagal: tidak percaya bahwa hubungan baik dapat memperlancar dan memperbesar rezeki.

14. Selalu mau BERHASIL, mau BELAJAR dan membuka diri untuk INFORMASI yang BERMANFAAT
Orang gagal: bersikap sombong, masa bodoh, sok tahu, menganggap diri sudah pandai, hebat dan berhenti belajar.

Tuesday, June 8, 2010

Bakrie Plantations (UNSP) Bagi Dividen Rp3,8/Saham


undefined
JAKARTA - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) bakal membagikan dividen sebesar Rp3,8 per lembar saham. Rencananya dividen tersebut akan dibagikan pada 19 Agustus mendatang.

Dividen tersebut berjumlah sekira Rp10,148 miliar yang setara dengan 19,9 persen dari total laba bersih 2009 perseroan yang tergabung dalam Grup Bakrie tersebut.

"Dividen tersebut sebesar 19,9 persen dari laba bersih 2009 yang sebesar Rp252 miliar," jelas Direktur Utama UNSP Ambono Janurianto usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Hotel Intercontinental, Jakarta, Selasa (8/6/2010).

Selain itu, dia mengatakan dalam RUPS yang baru berlangsung tersebut, diputuskan akana da penambahan komisaris. Di mana mantan Menteri Pertanian Anton Apriyantono diangkat menjadi komisaris perseroan.
(Candra Setya S/Dessy Aritonang/Trijaya/wdi)

Monday, May 31, 2010

Saham CPO Kian Mengkilat

INILAH,COM, Jakarta - Kinerja emiten sawit, tahun ini diperkirakan semakin kinclong. Makanya tiga saham jagoan di sektor ini, yakni AALI, LSIP dan UNSP mendapat rekomendasi beli.
Data yang dirilis oleh Gabungan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), benar-benar melegakan. Volume ekspor CPO dan produk turunannya, sepanjang empat bulan I-2010, tercatat mencapai 4,65 juta ton. Lumayan, naik sedikit dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 4,61 juta ton.
Para analis optimistis, angka ekspor ini akan terus meningkat, terutama pada triwulan III dan IV. Mereka memprediksi permintaan CPO dan turunannya di tahun ini akan naik sekitar 10% hingga 12%.
“Permintaan terbanyak tetap akan didominasi India, Eropa dan China,” kata satu analis dari perusahaan sekuritas asing. Sesuai hukum supply and demand, harganya pun diprediksi akan menguat hingga menembus US$820 per ton. “Makanya, menurut saya, black campaign yang diserukan Greenpeace tak memengaruhi bisnis sawit secara signifikan,” tambahnya.
Lantas bagaimana dengan dampak krisis Eropa yang akan mendorong turunnya permintaan? Tenang, ini pun tidak terlalu membahayakan. Sebab, penurunan permintaan dari Benua Hijau, dipastikan akan tertutupi oleh naiknya permintaan dari China dan India.
India dan China diproyeksikan akan menjadi motor pertumbuhan konsumsi CPO sebesar 4,7% menjadi 47,5 juta ton. Konsumsi India, diperkirakan mencapai 7 juta ton atau naik 2,9%. Sementara itu, konsumsi China diprediksikan meningkat 4,8% menjadi 6,5 juta ton.
Itu sebabnya, saham-saham CPO masih mendapat rekomendasi beli. Pilihan utama para analis jatuh pada AALI, perusahaan yang memiliki kebun paling luas. Saham ini dipilih lantaran memiliki fundamental yang paling bagus dan utangnya relatif rendah. Saham yang pada pekan lalu di tutup pada harga Rp19.200 (27/5) ini, hingga akhir tahun berpotensi menuju level Rp25.300.
Pilihan berikutnya jatuh pada efek terbitan PT London Sumatera Indonesia (LSIP). Emiten ini di 2010 diprediksikan akan membukukan pendapatan Rp3,8 triliun, dengan laba bersih mencapai Rp847 miliar. Dengan kinerja tersebut, sahamnya berpotensi menguat ke tataran Rp10.500.
Lantas bagaimana dengan saham PT Bakrie Sumatera Plantations? Karena pekan lalu telah mengalami koreksi yang cukup dalam dan baru mampu rebound ke level Rp365, saham berkode UNSP ini juga mendapat rekomendasi buy dengan target harga Rp470. [mdr]

Wednesday, May 26, 2010

BLTA Tawarkan Right Issue 5,981 Miliar Saham Baru

INILAH.COM, Jakarta - PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) akan menerbitkan 5,981,591,235 saham baru dengan menggunakan HMETD dengan harga Rp220 per saham.
Hal ini diungkapkan Direktur BLTA Kevin Wong dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (26/5).
Harga pelaksanaan ini diperoleh dari saham hasil HMETD untuk untuk setiap satu saham yang telah dimiliki oleh pemegang saham pada saat tanggal penutupan dengan mengesampingkan hak atas pecahan. Padanan harga pelaksanaan dalam mata uang dolar Singapura untuk tiap Saham Hasil HMETD akan diumumkan tidak lebih dari lima hari bursa.
Perseroan akan mempercayakan irrevocablebundertaking dan pembeli siaga. Adapun pembeli siaganya antara lain, Deutsche Bank AG, Singapore branch, DnB NOR Bank ASA, Singapore Branch, Standard Chartered Securities Pte. Limited dan PT Danatama Makmur.
Rencananya, hasil HMETD ini dana pendapatan kotor yang diperoleh sebesar Rp1,225 triliun. Seluruh hasil dari penerbitan HMETD untuk pembelian kapal serta modal kerja bagi perseroan dan anak-anak perusahaannya. HMETD ini dilakukan sebelum 30 Juli 2010.
Untuk mendukung HMETD, PT Tunggaladhi Baskara, pemegang saham utama yang memiliki langsung maupun tidak langsung sekitar 57,64% yang dikeluarkan, termasuk saham yang diperoleh kembali dan 61,91% saham yang ada diluar treasury. [san/cms]

BUMI Mungkin Meraup Rp 4,5 Triliun dari Right Issue (Tanpa HMETD)

JAKARTA. Teka-teki seputar rencana penerbitan saham baru PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akhirnya terjawab. Pada 24 Mei lalu, emiten kebanggaaan Grup Bakrie ini sudah mengumumkan akan menerbitkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Artinya, investor ritel tak punya hak memesan terlebih dahulu, sehingga sahamnya sangat mungkin terdilusi akibat aksi korporasi BUMI ini.

Dalam keterbukaan informasi di BEI pada Senin malam itu, BUMI mengumumkan, ada perubahan dalam jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dari 22 Juni menjadi 24 Juni 2010. Perubahan jadwal dilakukan karena manajemen BUMI menambahkan agenda penerbitan saham baru tersebut.

Selain agenda itu, dalam RUPSLB, BUMI juga akan meminta persetujuan pemegang saham untuk menjaminkan aset, termasuk menggadaikan saham untuk mendapatkan pembiayaan atau pinjaman dari pihak ketiga.

Seperti diberitakan KONTAN sebelumnya (15/4), BUMI memang diprediksi akan menerbitkan saham baru sebesar 10%. Maklum, utang perusahaan tambang ini makin gendut.

Dalam laporan keuangan tahun 2009, BUMI menyebutkan, pada 26 Januari 2010, BUMI telah mendapat tambahan utang US$ 100 juta dari Credit Suisse. Padahal, di tahun ini total utang BUMI yang akan jatuh tempo mencapai US$ 400 juta. Sementara, posisi kas perusahaan ini hanya US$ 60 juta plus investasi jangka pendek senilai US$ 299 juta.Bisik-bisik di pasar saham menyebutkan, harga saham baru BUMI nanti akan berkisar antara Rp 1.500 hingga Rp 1.700 per saham.

Namun, Kepala Riset PT Mega Capital Indonesia Danny Eugene mengatakan, harga saham baru yang akan diterbitkan BUMI harus tetap mengacu pada aturan Bapepam-LK, yaitu harga rata-rata saham 25 hari kerja sebelum pengumuman penerbitan saham baru disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI). "BUMI sudah mengumumkan kalau mereka akan mengikuti aturan Bapepam-LK, kok," imbuh Danny.

Analis Waterfront Securities Isfhan Helmy menghitung, berdasarkan ketentuan harga rata-rata saham BUMI selama 25 hari perdagangan itu, harga saham baru BUMI akan berkisar Rp 2.327 per saham. "Ini adalah harga minimal, realisasinya mungkin bisa lebih tinggi," katanya, kemarin.

Sementara berdasarkan perhitungan KONTAN, harga rata-rata saham BUMI 25 hari sebelum pengumuman aksi korporasi ini adalah Rp 2.282 per saham. Dengan asumsi penerbitan saham baru maksimal 10%, jumlah saham yang akan diterbitkan mencapai 1,94 miliar saham. Saat ini, jumlah saham BUMI mencapai 19,40 miliar saham.

Jadi, apabila menggunakan harga saham hasil hitungan KONTAN, dari aksi korporasi ini BUMI bakal mengantongi fulus sebesar Rp 4,42 triliun. Tapi, jika menggunakan harga perkiraan Ishfan, BUMI akan mendulang dana segar sebesar Rp 4,51 triliun.

Sayang, Senior Vice President Investor Relations BUMI Dileep Srivastava masih enggan memberikan penjelasan detail soal agenda perusahaannya ini. Ikhtiar KONTAN untuk mendapat penjelasan dari Dileep juga gagal. Panggilan seluler dan pesan singkat yang dilayangkan KONTAN juga tak berbalas.

Yang jelas, rencana BUMI untuk menerbitkan saham baru tanpa HMETD ini pantas diwaspadai para investor saham. Menurut Danny, bagi pemilik modal yang ingin berinvestasi di saham, sebaiknya mereka menghindari dulu saham ini. Betul, dari sisi aset BUMI memiliki beberapa anak usaha yang sangat bagus, seperti Kaltim Prima Coal, Arutmin, dan Indocoal Resources.

Masalahnya, dengan aset ngetop seperti itu, pengelolaan BUMI kurang transparan dan kerap melakukan aksi korporasi tak terduga. ""Aksi korporasi seperti itu merupakan risiko tambahan di saham ini," ujarnya.

Danny juga menyarankan para trader saham BUMI untuk sementara tidak memakai margin. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari risiko bila harga saham ini mengalami koreksi. Di bursa, harga saham BUMI terus terpuruk. Kemarin, saham BUMI sempat menyentuh level terendahnya pada level Rp 1.570 per saham.
Pada penutupan perdagangan, saham ini ditutup melemah 3,9% dari harga hari sebelumnya menjadi Rp 1.710 per saham.