Showing posts with label BLTA. Show all posts
Showing posts with label BLTA. Show all posts

Wednesday, May 26, 2010

BLTA Tawarkan Right Issue 5,981 Miliar Saham Baru

INILAH.COM, Jakarta - PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) akan menerbitkan 5,981,591,235 saham baru dengan menggunakan HMETD dengan harga Rp220 per saham.
Hal ini diungkapkan Direktur BLTA Kevin Wong dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (26/5).
Harga pelaksanaan ini diperoleh dari saham hasil HMETD untuk untuk setiap satu saham yang telah dimiliki oleh pemegang saham pada saat tanggal penutupan dengan mengesampingkan hak atas pecahan. Padanan harga pelaksanaan dalam mata uang dolar Singapura untuk tiap Saham Hasil HMETD akan diumumkan tidak lebih dari lima hari bursa.
Perseroan akan mempercayakan irrevocablebundertaking dan pembeli siaga. Adapun pembeli siaganya antara lain, Deutsche Bank AG, Singapore branch, DnB NOR Bank ASA, Singapore Branch, Standard Chartered Securities Pte. Limited dan PT Danatama Makmur.
Rencananya, hasil HMETD ini dana pendapatan kotor yang diperoleh sebesar Rp1,225 triliun. Seluruh hasil dari penerbitan HMETD untuk pembelian kapal serta modal kerja bagi perseroan dan anak-anak perusahaannya. HMETD ini dilakukan sebelum 30 Juli 2010.
Untuk mendukung HMETD, PT Tunggaladhi Baskara, pemegang saham utama yang memiliki langsung maupun tidak langsung sekitar 57,64% yang dikeluarkan, termasuk saham yang diperoleh kembali dan 61,91% saham yang ada diluar treasury. [san/cms]

Friday, April 16, 2010

BLTA 2009 Menderita Rugi US$ 285,876 Juta (Laba Turun 230,92%)

PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) menderita kerugian bersih sebesar US$285,876 juta dibandingkan perolehan 2008 yang untung sekitar US$218,364 juta.
Demikian penjelasan resmi manajemen BLTA dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (15/4).
Kerugian perseroan ini lantaran bertambahnya menderita kerugian kurs mata uang sekitar US$26,698 juta dibandingkan sebelumnya hanya US$17,286 juta, perubahan nilai wajar obligasi konversi dan wesel bayar mencapai US$196,420 juta dibandingkan tahun lalu perseroan berhasil meraih untung US$305,958 juta.
Kendatipun menderita kerugian, perseroan berhasil meraih untung dari transaksi derivtif sekitar US$148,898 juta ketimbang sebelumnya merugi US$163,179 juta, pendapatan investasi perseroan pun maningkar dari US$16,294 juta kini menjadi US$18,078 juta. Bukan hanya itu saja, laba bersih perusahaan asosiasi pun kini menjadi untung US$9,621 juta dibandingkan sebelumnya rugi US$18,524 juta.
"Namun, pendapatan usaha kami menurun sekitar 14,55% dari US$723,682 juta menjadi US$618,346 juta," ulas manajemen.
Perseroan mencetak penurunan instrumen keuntungan derivatif dari US$30,784 juta menjadi US$10,877 juta, utang bank pun turun drastis dari US$176,586 juta menjadi US$65,225 juta, serta utang pajak pun menurun dari US$1,606 juta menjadi US$957.000

Monday, November 16, 2009

Laba Berlian Laju Tanker Anjlok 96,78%

Jakarta - PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) mencatat penurunan tajam laba bersih mencapai 96,78% hingga triwulan III-2009. Penurunan dipicu oleh penurunan penjualan dan kerugian nilai wajar atas obligasi konversi dan wesel bayar.

Demikian disampaikan dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, Senin (16/11/2009).

Hingga triwulan III-2009, BLTA mencatat pendapatan sebesar US$ 450,624 juta, turun 17,47% dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 546,069 juta.

Beban langsung tercatat sebesar US$ 343,755 juta, terjadi efisiensi 6,08% dari sebelumnya US$ 366,025 juta. Laba kotor sebesar US$ 108,869 juta, turun 39,53% dari sebelumnya US$ 180,044 juta.

Pos beban umum dan administrasi juga berhasil ditekan sebesar 15,25% menjadi US$ 21,765 juta dari sebelumnya US$ 25,682 juta. Namun laba usaha tetap tercatat anjlok 44,86% menjadi US$ 85,104 juta dari sebelumnya US$ 154,362 juta.

Pada pos lain-lain, BLTA mencatat kerugian atas perubahan nilai wajar obligasi konversi dan wesel bayar sebesar US$ 119,25 juta. Akibatnya perseroan mencatat minus US$ 78,382 juta pada pos lain-lain.

Hal ini membuat laba bersih anjlok tajam sebesar 96,78% menjadi US$ 6,049 juta dari sebelumnya US$ 188,017 juta. (dro/dnl)