Sunday, June 13, 2010

Ciri Orang Sukses VS Ciri Orang gagal

 1. Memiliki IMPIAN / TUJUAN / GOAL yang jelas dan tepat untuk hidupnya.
Orang gagal: tidak memiliki tujuan / goal.

2. Selalu MENCATAT TUJUAN (Goals Visualisation) dan mengevaluasinya setiap hari.
Orang gagal: menganggap remeh dan malas mencatat goal-nya hanya mengingat di kepala.

3. Bertanggung-jawab mengerjakan pekerjaan harian dan TIDAK memiliki ALASAN.
Orang gagal: tidak bertanggung jawab dan memiliki 1001 alasan.

4. Memiliki tindakan nyata, tidak hanya sebatas omongan.
Orang gagal: selalu membicarakan rencana tanpa tindakan.

5. Selalu melakukan “auto suggestion” setiap hari dengan mengatakan “Saya akan melakukan…….(promosi, follow-up dll), saya berhak sukses”
Orang gagal: melakukan pembatasan diri (self limitation), dan menganggap tidak bisa sukses.

6. Memiliki sikap positif, rajin, tangguh, mau maju, mau belajar, mau berkembang.
Orang gagal: memiliki sikap malas, tidak mau mengembangkan diri, puas dengan keadaan.

7. Berteman dengan orang-orang berhasil.
Orang gagal: berteman dengan orang negatif, sikap buruk.

8. Pandai mengatur waktu, selalu bertemu orang sukses, rajin berkonsultasi, mau memiliki penghasilan besar.
Orang gagal: tidak memiliki konsep waktu, membuang waktu, tidak bekerja produktif.

9. Bertindak mengikuti SYSTEM, melakukan semua tahapan dan menjadi “murid”, ikut terlibat dalam TIM.
Orang gagal: menjalankan cara sendiri seakan-akan sudah bisa, tanpa bantuan system maupun tim.

10.Selalu mau mengembangkan diri.
Orang gagal: malas mengembangkan diri, membiarkan pikirannya dimasuki berita negatif.

11. Memiliki KOMITMEN yang kuat untuk SUKSES dan siap menerima TANTANGAN untuk sukses
Orang gagal: selalu mudah menyerah dan putus asa, tidak mau menerima tantangan.

12. Percaya bahwa kekuatan bawah sadar memiliki kekuatan 1000x lipat kekuatan lebih besar dari kekuatan apapun.
Orang gagal: kurang percaya pada kekuatan pikiran bawah sadar, kalau hasilnya tidak kelihatan dalam waktu singkat, mudah menyerah dan putus asa.

13. Selalu ingin menjalin HUBUNGAN BAIK dengan orang lain
Orang gagal: tidak percaya bahwa hubungan baik dapat memperlancar dan memperbesar rezeki.

14. Selalu mau BERHASIL, mau BELAJAR dan membuka diri untuk INFORMASI yang BERMANFAAT
Orang gagal: bersikap sombong, masa bodoh, sok tahu, menganggap diri sudah pandai, hebat dan berhenti belajar.

Tuesday, June 8, 2010

Bakrie Plantations (UNSP) Bagi Dividen Rp3,8/Saham


undefined
JAKARTA - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) bakal membagikan dividen sebesar Rp3,8 per lembar saham. Rencananya dividen tersebut akan dibagikan pada 19 Agustus mendatang.

Dividen tersebut berjumlah sekira Rp10,148 miliar yang setara dengan 19,9 persen dari total laba bersih 2009 perseroan yang tergabung dalam Grup Bakrie tersebut.

"Dividen tersebut sebesar 19,9 persen dari laba bersih 2009 yang sebesar Rp252 miliar," jelas Direktur Utama UNSP Ambono Janurianto usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Hotel Intercontinental, Jakarta, Selasa (8/6/2010).

Selain itu, dia mengatakan dalam RUPS yang baru berlangsung tersebut, diputuskan akana da penambahan komisaris. Di mana mantan Menteri Pertanian Anton Apriyantono diangkat menjadi komisaris perseroan.
(Candra Setya S/Dessy Aritonang/Trijaya/wdi)

Monday, May 31, 2010

Saham CPO Kian Mengkilat

INILAH,COM, Jakarta - Kinerja emiten sawit, tahun ini diperkirakan semakin kinclong. Makanya tiga saham jagoan di sektor ini, yakni AALI, LSIP dan UNSP mendapat rekomendasi beli.
Data yang dirilis oleh Gabungan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), benar-benar melegakan. Volume ekspor CPO dan produk turunannya, sepanjang empat bulan I-2010, tercatat mencapai 4,65 juta ton. Lumayan, naik sedikit dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 4,61 juta ton.
Para analis optimistis, angka ekspor ini akan terus meningkat, terutama pada triwulan III dan IV. Mereka memprediksi permintaan CPO dan turunannya di tahun ini akan naik sekitar 10% hingga 12%.
“Permintaan terbanyak tetap akan didominasi India, Eropa dan China,” kata satu analis dari perusahaan sekuritas asing. Sesuai hukum supply and demand, harganya pun diprediksi akan menguat hingga menembus US$820 per ton. “Makanya, menurut saya, black campaign yang diserukan Greenpeace tak memengaruhi bisnis sawit secara signifikan,” tambahnya.
Lantas bagaimana dengan dampak krisis Eropa yang akan mendorong turunnya permintaan? Tenang, ini pun tidak terlalu membahayakan. Sebab, penurunan permintaan dari Benua Hijau, dipastikan akan tertutupi oleh naiknya permintaan dari China dan India.
India dan China diproyeksikan akan menjadi motor pertumbuhan konsumsi CPO sebesar 4,7% menjadi 47,5 juta ton. Konsumsi India, diperkirakan mencapai 7 juta ton atau naik 2,9%. Sementara itu, konsumsi China diprediksikan meningkat 4,8% menjadi 6,5 juta ton.
Itu sebabnya, saham-saham CPO masih mendapat rekomendasi beli. Pilihan utama para analis jatuh pada AALI, perusahaan yang memiliki kebun paling luas. Saham ini dipilih lantaran memiliki fundamental yang paling bagus dan utangnya relatif rendah. Saham yang pada pekan lalu di tutup pada harga Rp19.200 (27/5) ini, hingga akhir tahun berpotensi menuju level Rp25.300.
Pilihan berikutnya jatuh pada efek terbitan PT London Sumatera Indonesia (LSIP). Emiten ini di 2010 diprediksikan akan membukukan pendapatan Rp3,8 triliun, dengan laba bersih mencapai Rp847 miliar. Dengan kinerja tersebut, sahamnya berpotensi menguat ke tataran Rp10.500.
Lantas bagaimana dengan saham PT Bakrie Sumatera Plantations? Karena pekan lalu telah mengalami koreksi yang cukup dalam dan baru mampu rebound ke level Rp365, saham berkode UNSP ini juga mendapat rekomendasi buy dengan target harga Rp470. [mdr]

Wednesday, May 26, 2010

BLTA Tawarkan Right Issue 5,981 Miliar Saham Baru

INILAH.COM, Jakarta - PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) akan menerbitkan 5,981,591,235 saham baru dengan menggunakan HMETD dengan harga Rp220 per saham.
Hal ini diungkapkan Direktur BLTA Kevin Wong dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (26/5).
Harga pelaksanaan ini diperoleh dari saham hasil HMETD untuk untuk setiap satu saham yang telah dimiliki oleh pemegang saham pada saat tanggal penutupan dengan mengesampingkan hak atas pecahan. Padanan harga pelaksanaan dalam mata uang dolar Singapura untuk tiap Saham Hasil HMETD akan diumumkan tidak lebih dari lima hari bursa.
Perseroan akan mempercayakan irrevocablebundertaking dan pembeli siaga. Adapun pembeli siaganya antara lain, Deutsche Bank AG, Singapore branch, DnB NOR Bank ASA, Singapore Branch, Standard Chartered Securities Pte. Limited dan PT Danatama Makmur.
Rencananya, hasil HMETD ini dana pendapatan kotor yang diperoleh sebesar Rp1,225 triliun. Seluruh hasil dari penerbitan HMETD untuk pembelian kapal serta modal kerja bagi perseroan dan anak-anak perusahaannya. HMETD ini dilakukan sebelum 30 Juli 2010.
Untuk mendukung HMETD, PT Tunggaladhi Baskara, pemegang saham utama yang memiliki langsung maupun tidak langsung sekitar 57,64% yang dikeluarkan, termasuk saham yang diperoleh kembali dan 61,91% saham yang ada diluar treasury. [san/cms]

BUMI Mungkin Meraup Rp 4,5 Triliun dari Right Issue (Tanpa HMETD)

JAKARTA. Teka-teki seputar rencana penerbitan saham baru PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akhirnya terjawab. Pada 24 Mei lalu, emiten kebanggaaan Grup Bakrie ini sudah mengumumkan akan menerbitkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Artinya, investor ritel tak punya hak memesan terlebih dahulu, sehingga sahamnya sangat mungkin terdilusi akibat aksi korporasi BUMI ini.

Dalam keterbukaan informasi di BEI pada Senin malam itu, BUMI mengumumkan, ada perubahan dalam jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dari 22 Juni menjadi 24 Juni 2010. Perubahan jadwal dilakukan karena manajemen BUMI menambahkan agenda penerbitan saham baru tersebut.

Selain agenda itu, dalam RUPSLB, BUMI juga akan meminta persetujuan pemegang saham untuk menjaminkan aset, termasuk menggadaikan saham untuk mendapatkan pembiayaan atau pinjaman dari pihak ketiga.

Seperti diberitakan KONTAN sebelumnya (15/4), BUMI memang diprediksi akan menerbitkan saham baru sebesar 10%. Maklum, utang perusahaan tambang ini makin gendut.

Dalam laporan keuangan tahun 2009, BUMI menyebutkan, pada 26 Januari 2010, BUMI telah mendapat tambahan utang US$ 100 juta dari Credit Suisse. Padahal, di tahun ini total utang BUMI yang akan jatuh tempo mencapai US$ 400 juta. Sementara, posisi kas perusahaan ini hanya US$ 60 juta plus investasi jangka pendek senilai US$ 299 juta.Bisik-bisik di pasar saham menyebutkan, harga saham baru BUMI nanti akan berkisar antara Rp 1.500 hingga Rp 1.700 per saham.

Namun, Kepala Riset PT Mega Capital Indonesia Danny Eugene mengatakan, harga saham baru yang akan diterbitkan BUMI harus tetap mengacu pada aturan Bapepam-LK, yaitu harga rata-rata saham 25 hari kerja sebelum pengumuman penerbitan saham baru disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI). "BUMI sudah mengumumkan kalau mereka akan mengikuti aturan Bapepam-LK, kok," imbuh Danny.

Analis Waterfront Securities Isfhan Helmy menghitung, berdasarkan ketentuan harga rata-rata saham BUMI selama 25 hari perdagangan itu, harga saham baru BUMI akan berkisar Rp 2.327 per saham. "Ini adalah harga minimal, realisasinya mungkin bisa lebih tinggi," katanya, kemarin.

Sementara berdasarkan perhitungan KONTAN, harga rata-rata saham BUMI 25 hari sebelum pengumuman aksi korporasi ini adalah Rp 2.282 per saham. Dengan asumsi penerbitan saham baru maksimal 10%, jumlah saham yang akan diterbitkan mencapai 1,94 miliar saham. Saat ini, jumlah saham BUMI mencapai 19,40 miliar saham.

Jadi, apabila menggunakan harga saham hasil hitungan KONTAN, dari aksi korporasi ini BUMI bakal mengantongi fulus sebesar Rp 4,42 triliun. Tapi, jika menggunakan harga perkiraan Ishfan, BUMI akan mendulang dana segar sebesar Rp 4,51 triliun.

Sayang, Senior Vice President Investor Relations BUMI Dileep Srivastava masih enggan memberikan penjelasan detail soal agenda perusahaannya ini. Ikhtiar KONTAN untuk mendapat penjelasan dari Dileep juga gagal. Panggilan seluler dan pesan singkat yang dilayangkan KONTAN juga tak berbalas.

Yang jelas, rencana BUMI untuk menerbitkan saham baru tanpa HMETD ini pantas diwaspadai para investor saham. Menurut Danny, bagi pemilik modal yang ingin berinvestasi di saham, sebaiknya mereka menghindari dulu saham ini. Betul, dari sisi aset BUMI memiliki beberapa anak usaha yang sangat bagus, seperti Kaltim Prima Coal, Arutmin, dan Indocoal Resources.

Masalahnya, dengan aset ngetop seperti itu, pengelolaan BUMI kurang transparan dan kerap melakukan aksi korporasi tak terduga. ""Aksi korporasi seperti itu merupakan risiko tambahan di saham ini," ujarnya.

Danny juga menyarankan para trader saham BUMI untuk sementara tidak memakai margin. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari risiko bila harga saham ini mengalami koreksi. Di bursa, harga saham BUMI terus terpuruk. Kemarin, saham BUMI sempat menyentuh level terendahnya pada level Rp 1.570 per saham.
Pada penutupan perdagangan, saham ini ditutup melemah 3,9% dari harga hari sebelumnya menjadi Rp 1.710 per saham.

Monday, May 17, 2010

'Rights Issue', Dayaindo (KARK) Targetkan Rp1,89 Triliun

INILAH.COM, Jakarta - PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) akan melakukan rights issue dengan HMETD maksimum 18,904 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp100 senilai Rp1,89 triliun.
Demikian seperti dikutip INILAH.COM, dari prospektus yang diterbitkan Senin (17/5). Dana rights issue ini akan digunakan untuk peningkatan modal di anak perusahaan PT Dayakonsesi Energi untuk mengambilalih saham hingga 70% dengan nilai Rp350 miliar dan mengembangkan tambang nikel PT Anugerah Tompira Nikel sebesar Rp600 miliar. Selain itu, sekitar 27,32% atau sejumlah Rp516,433 miliar akan digunakan untuk peningkatan penyertaan modal di PT Dayainfrastruktur Sempurna hingga 80% senilai Rp100 miliar dan mengembangkan PT Belang Belang Coal Terminal senilai Rp416,43 miliar. Sisa dana rights issue sebesar 22,65% atau Rp420,815 miliar akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.
Dalam pelaksanaan rights issue ini, setiap dua pemegang saham mempunyai 21 HMETD, di mana memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 21 saham baru dengan harga penawaran Rp100. Pelaksanaan rights issue ini akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 16 Juni 2010. HMETD akan diperdagangan di bursa pada 30 Juni hingga 10 Agustus 2010, pencatatan pada 30 Juni, tanggal terakhir pelaksanaan HMETD pada 10 Agustus 2010. [mel/cms]

Friday, May 14, 2010

Pemerintah Harus Tegas Soal Kisruh Lahan Kelapa Sawit/CPO

JAKARTA. Pemerintah harus ambil bagian dalam menyelamatkan industri kelapa sawit Indonesia. Di tengah kondisi terjepit dengan tudingan merusak lingkungan itu, pemerintah harusnya menunjukkan ketegasan dengan mengeluarkan pernyataan publik yang relevan.

"Artinya, harus ada pernyataan resmi dari pemerintah yang menegaskan apakah sebuah industri telah melakukan pelanggaran atau tidak. Apalagi, CPO kan termasuk komoditas ekspor terbesar," kata Fadhil Hassan, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Menurutnya, diperlukan perhatian khusus dari pemerintah. Jika pemerintah menyatakan tidak ada masalah, maka itu harus dihormati sebagai fakta resmi yang dikeluarkan pemerintah

Dalam kasus CPO ini, seandainya ada pelanggaran, maka yang harusnya mengadakan penyelidikan dan menindak adalah pemerintah. "Karena bagaimana pun juga pengusaha yang menjalankan bisnis kelapa sawit di dalam negeri tentunya tunduk dan mengikuti aturan yang berlaku," kata Fadhil.

Fadhil menilai, pemerintah juga perlu turun tangan langsung untuk menjembatani komunikasi antara pengusaha kelapa sawit dengan stakeholder terkait. Meskipun merupakan industri sipil, pengusaha tidak bisa dilepaskan begitu saja. Harus ada niatan pemerintah untuk memfasilitasi kebutuhan komunikasi antar berbagai pihak agar tidak muncul kesalahpahaman.

Di sisi lain, perusahaan kelapa sawit juga harus membuka diri untuk sharing informasi kepada berbagai pihak agar dialog bisa tercipta dan menghindari tudingan atau pun konflik terbuka.

Sementara itu, imbuh Fadhil, pengusaha pun perlu menunjukkan konsistensi dan perhatiannya terhadap lingkungan. Harus dilihat pula bahwa niat pengusaha untuk bisa mendapatkan sertifikat RSPO (Rountable of Sutainable Palm Oil) juga sudah nampak nyata.

"Hanya saja, proses serifikasinya memang tidak bisa cepat. Jadi perlu waktu agar semua perusahaan bisa mengantongi sertifikat RSPO," tandasnya.

Stok CPO Dunia Tak Mampu Penuhi Permintaan

NUSA DUA (BALI). Kendati produksi crude palm oil (CPO) Indonesia tahun depan diperkirakan akan naik 6,3% dari tahun ini yang kurang lebih mencapai 19 juta ton menjadi 22 juta ton akhir tahun depan, namun total stok dunia justru diramalkan tidak akan sanggup memenuhi permintaan.

Dorab E. Ministry, analis dari Godrej Internasional meyakini siklus badai El Nino yang akan menghantam Indonesia dan Malaysia berpengaruh pada kapasitas produksi CPO yang akan dihasilkan kedua negara pengekspor terbesar CPO tersebut.

Padahal pada saat bersamaan konsumsi dunia terus mengalami peningkatan secara signifikan. Karena itu Dorab percaya, Indonesia yang kini menggenggam 44% market share perdagangan CPO dunia, pada tahun depan seharusnya bisa meningkatkan ekspornya hingga 50% dari total kebutuhan dunia.

Artinya jika tahun ini total produksi CPO Indonesia berkisar 19 juta ton dengan komposisi ekspor mencapai 16 juta ton, maka tahun depan ekspor Indonesia minimal bisa mencapai 18,2 juta ton. Dengan penyerapan domestik yang diperkirakan tak beranjak dari 4 juta ton setahun.

Di sisi lain pertumbuhan permintaan dunia bakal tumbuh 5,5 juta ton, padahal prediksi pertumbuhan stok hanya mencapai 3,25 juta ton. "Selain faktor cuaca, sebagian besar pohon kelapa sawit juga membutuhkan peremajaan," terang Dorab. "Sementara standar hidup yang makin tinggi di berbagai negara juga menambah kebutuhan akan minyak nabati," imbuh Dorab.

James Fry pengamat industri kelapa sawit dari LMC International menambahkan tren penggunaan biodiesel diseluruh dunia turut mendongkrak permintaan terhadap CPO. "Meski penggunaan biodiesel belum besar tapi trennya menunjukkan peningkatan dengan adanya mandatory dari pemerintah di beberapa negara," ujar Fry.

Bakrie Plantations (UNSP) Raih Pinjaman ADM Galleus US$ 15 Juta

JAKARTA, INVESTOR DAILY
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) mendapat fasilitas pinjaman senilai US$ 15 juta dari ADM Galleus Fund. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk melunasi utang anak usahanya, yaitu PT Grahadura Leidongprima kepada Raiffenisen Zentralbank Osterreich AG (RXB-Austria).
 
Sekretaris Perusahaan Bakrie Plantations Fitri Barnas mengungkapkan, berdasarkan facility agreement, seluruh jaminan yang semula dijaminkan kepada Raiffenisen Zentralbank Osterreich AG kini dialihkan kepada kreditor baru, yakni ADM Galleus Fund.
 
"Perseroan dan anak usaha telah memperoleh persetujuan yang diisyaratkan dalam anggaran dasar masing-masing perusahaan," jelas Fitri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/5). Fitri menegaskan, transaksi tersebut tidak tergolong sebagai transaksi terafiliasi dan benturan kepentingan seperti diatur dalam peraturan IX.E.1.
 
Sementara itu, hingga kuartal I-2010, Bakrie Plantations membukukan laba bersih Rp 64,41 miliar, naik dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencatat rugi bersih Rp 129,96 miliar. Perolehan laba tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan bersih sebesar 20,2% dari Rp 459,62 miliar menjadi Rp 552,87 miliar. Beban pokok penjualan naik 6,5% dari Rp 313,45 miliar menjadi Rp 333,8 miliar.
 
Adapun laba kotor Bakrie Plantations per kuartal I-2010 naik 49% dari Rp 146,17 miliar menjadi Rp 219,06 miliar. Perseroan membukukan laba kurs sebesar Rp 45,52 miliar dibandingkan periode sama 2009 yang membukukan rugi kurs Rp 140,96 miliar. Sementara itu, jumlah kewajiban dan ekuitas perseroan naik 162% dari Rp 4,75 triliun menjadi Rp 12,46 triliun.  (jau)

Wednesday, May 12, 2010

Mega-Bailout USD 1,000,000,000,000 (1T) Disahkan Demi Krisis Yunani

BRUSSELS - Pengambil kebijakan global akhirnya mengeluarkan kebijakan senilai USD1 triliun untuk paket penyelamatan darurat, dalam rangka menstabilkan pasar finansial global dan mencegah krisis utang di Yunani yang berpotensi menghancurkan mata uang euro.

Penyelamatan tersebut disepakati oleh menteri keuangan Uni Eropa, Bank Sentral Negara UE dan Lembaga Dana Moneter Internasional (Internatinal Moneter Fund/IMF) dalam pembicaraan yang dilakukan secara maraton pada akhir pekan.

Bailout ini adalah paket penyelamatan terbesar selama lebih dari dari dua tahun sejak pemimpin G20 memberikan dana stimulus ekonomi global setelah runtuhnya Lehman Brothers.

Pasar modal global juga ukuran paket terkejut analis keuangan dan euro naik hampir mencapai dua persen sementara saham di Asia kembali menguat termasuk indeks harga saham gabungan (IHSG).

Bank Sentral AS, Federal Reserve kembali membuka jalur penukaran mata uang dengan beberapa bank sentral, yang masuk dalam G7 dan G20. Hal itu sebagai bentuk dukungannya untuk pembenahan ekonomi yang terjadi.

Monetary Affairs Commissioner Uni Eropa Olli Rehn menegaskan, jika bailout tersebut adalah bentuk konkret dari usahanya menyelamatkan mata uang euro. "Itu membuktikan kita akan melakukan apa saja untuk mempertahankan euro," jelasnya.

Langkah tersebut jauh lebih berhasil daripada usaha-usaha sebelumnya yang dilakukan oleh 27 negara Uni Eropa atau grup 16 negara mata uang tunggal (euro) untuk menenangkan pasar.

Mereka datang setelah krisis Yunani melaju hasil utang dan asuransi atas utang ini ke tingkat tertinggi.

Toh, Pasar finansial sudah mulai menghukum euro utang zona lain anggota dengan anggaran membengkak, seperti Portugal, Spanyol dan Irlandia, dalam apa yang menteri keuangan Swedia digambarkan sebagai 'perilaku wolfpack'.
(wdi)