Thursday, April 15, 2010

Harga CPO Merangkak Naik

Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar global terus merangkak naik. Per 13 April harga CPO di pasar Rotterdam untuk pengiriman Mei diperdagangkan sebesar USD830 per matrik ton (MT).

Sedangkan untuk pengiriman Juni dipatok di angka USD827,50 per MT. Sementara itu harga CPO di pasar spot Medan dijual Rp7.088 per kg.

Bendahara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut Laksamana Adyaksa mengatakan, perkembangan harga CPO tahun ini cukup menggembirakan dibanding tahun lalu. Dari USD780 per MT, harga terus naik hingga USD800 per MT pada bulan lalu. Dengan demikian, harga rata-rata CPO selama tiga bulan pertama 2010 mencapai USD830 per MT
SAHAM-SAHAM CPO
 

Wednesday, April 14, 2010

Laba Bersih Gapura Prima 2009 Melonjak 152%

PT Perdana Gapura Prima Tbk (GPRA) mencetak lonjakan laba bersih konsolidasi sepanjang 2009 sekitar 152% menjadi Rp28,661 miliar dari sebelumnya hanya Rp11,370 miliar.
Demikian penjelasan resmi manajemen GPRA dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (13/4).
Pencapaian laba bersih ini didukung pendapatan sport club sekitar 104,39% menjadi Rp3,346 miliar dari sebelumnya hanya Rp1,637 miliar. Beban pokok penjualanpun berhasil ditekan 7,85% dari Rp173,044 miliar kini menjadi Rp159,417 miliar. Beban pajak perseroan pun turun 80% dari Rp20,890 miliar kini menjadi Rp4,177 miliar.
Sayang perseroan mencatat penurunan pendapatan sepanjang 2009 sekitar 0,1% dari Rp305,945 miliar menjadi Rp305,373 miliar. Perseroan pun berhasil menekan utang bank dari Rp203,724 miliar menjadi Rp142,054 miliar dengan utang usaha kini hanya Rp10,505 miliar dari sebelumnya Rp18,107 miliar.

Tuesday, April 13, 2010

Asing Borong Saham Rp 4,291 Triliun di 2010

Derasnya arus modal asing ke Bursa Efek Indonesia (BEI) tak kunjung susut. Hingga perdagangan kemarin, dana asing yang mencatat pembelian bersih (net buy) telah mencapai Rp 4,291 triliun.

Demikian berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dikutip detikFinance, Selasa (13/4/2010).

Pada periode Januari 2010, total nilai beli asing sebesar Rp 21,666 triliun, sedangkan nilai jual asing sebesar Rp 21,236 triliun, sehingga transaksi beli bersih asing sebesar Rp 430,199 miliar.

Pada periode Februari 2010, aksi beli asing sebesar Rp 18,976 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 20,984 triliun. Nilai transaksi jual bersih asing (net sell) sebesar Rp 2,007 triliun.

Pada periode Maret 2010, asing melakukan pembelian sebesar Rp 42,409 triliun, sedangkan aksi jual asing sebesar Rp 37,487 triliun. Aksi beli bersih asing (net buy) mencapai Rp 4,921 triliun.

Total nilai beli asing sepanjang triwulan I-2010 mencapai Rp 83,051 triliun, meningkat 229,77% dibanding periode yang sama tahun 2009 sebesar Rp 25,184 triliun.

Total nilai jual asing pada triwulan I-2010 sebesar Rp 79,707 triliun, meningkat 217,68% dari periode yang sama tahun 2009 sebesar Rp 25,090 triliun.

Nilai beli bersih asing (net buy) di triwulan I-2010 mencapai Rp 3,344 triliun, meningkat 3.457,44% dari triwulan I-2009 yang hanya sebesar Rp 94 miliar.

Untuk periode 7 hari perdagangan sejak 1-12 April 2010, nilai beli asing mencapai Rp 12,932 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 11,985 triliun. Nilai beli bersih asing selama periode tersebut sebesar Rp 947 miliar.

Dengan demikian, hingga perdagangan kemarin, total nilai transaksi beli asing sepanjang tahun 2010 mencapai Rp 95,983 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 91,692 triliun. Nilai transaksi beli bersih asing mencapai Rp 4,291 triliun pada periode tersebut.

Seiring dengan itu, IHSG ditutup di level 2.881,333 pada perdagangan kemarin, naik 13,69% dari penutupan akhir tahun 2009 di level 2.534,356. Kenaikan ini sekaligus menjadi yang tertinggi diantara seluruh bursa saham di dunia yang rata-rata hanya naik dalam kisaran 1-6% di sepanjang 2010.

Tak hanya itu, kapitalisasi pasar seluruh saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun melejit tinggi. Pada penutupan tahun 2009, nilai kapitalisasi pasar seluruh saham masih sebesar Rp 2.019,00 triliun.

Pada perdagangan kemarin, kapitalisasi pasar seluruh saham di BEI telah meningkat Rp 325 triliun (16,09%) menjadi Rp 2.344,00 triliun.

Nilai rata-rata transaksi harian pun meningkat cukup besar. Pada penutupan akhir tahun 2009, nilai rata-rata transaksi harian masih di level Rp 4,046 triliun. Pada perdagangan kemarin, nilai rata-rata harian telah meningkat Rp 302 miliar (7,46%) menjadi Rp 4,348 triliun per hari.

Warrant


No. Kode EXE_Price        Maturity
1 AGRO-W 130 25-May-11
2 AMAG-W 100 22-Dec-10
3 ATPK-W 200 12-Jul-10
4 BABP-W 120 31-Dec-10
5 BACA-W 100 12-Jul-12
6 BAPA-W 185 11-Jan-13
7 BCIP-W 110 10-Dec-12
8 BIPI-W 145 8-Feb-13
9 BKDP-W 135 14-Jun-10
10 BKSL-W 100 6-Aug-10
11 BMSR-W 500 20-Nov-13
12 BNBR-W 620 1-Apr-11
13 BUDI-W 125 10-Jul-12
14 BVIC-W 100 24-Jun-11
15 BVIC-W2 100 10-Jul-13
16 CFIN-W 400 12-Jul-10
17 CKRA-W 250 28-Jan-13
18 COWL-W 160 17-Dec-10
19 DEWA-W 231 24-Sep-10
20 DILD-W 1,050 12-Apr-12
21 ELTY-W 250 30-Apr-10
22 ENRG-W 190 14-Jan-13
23 GPRA-W 340 8-Oct-10
24 INDX-W 250 15-Jun-12
25 KARK-W 150 13-Apr-11
26 KBLV-W 1,000 14-Jul-10
27 KBRI-W 265 8-Jul-11
28 KOIN-W 210 8-Apr-11
29 LAPD-W 120 8-Apr-11
30 MASA-W 250 14-Jun-10
31 MIRA-W 271 12-Nov-10
32 MIRA-W2 400 25-Nov-11
33 MLPL-W 250 12-Apr-13
34 MPPA-W 900 12-Jul-10
35 PEGE-W 125 23-Jun-10
36 POOL-W 525 11-Jul-14
37 RODA-W 100 28-Jan-13
38 SMMA-W3 430 13-Jul-10
39 SMMA-W4 500 9-Jul-13
40 SMRA-W 550 21-Jun-10
41 TBLA-W 125 13-Jul-11
42 TMPI-W 200 17-Mar-11
43 TRAM-W 135 9-Sep-11
44 UNSP-W 1,286 7-Sep-10
45 UNSP-W2 530 15-Feb-13
46 VRNA-W 110 24-Jun-10
47 WEHA-W 300 30-May-12

Monday, April 12, 2010

Harga CPO akan tembus US$940 per ton tahun ini

Harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), minyak nabati terbesar secara volume di dunia, berpotensi menanjak hingga sentuh level 3.000 ringgit (US$940) per ton tahun ini.

Pengurus Malaysian Palm Oil Board (MPOB) Ramli Abdullah seperti dikutip Bloomberg menyatakan harga CPO diantara 2.600 ringgit dan 3.000 ringgit karena rasio persediaan terhadap pasokan yang menipis dan harga minyak kedelai serta minyak mentah.

Menurut dia, harga sepanjang tahun ini akan stabil di level 2.400 ringgit per ton dipicu pembelian perusahaan sereal dan bisnis minyak China. Harga CPO untuk pengiriman Juni naik 3,8% hingga ke level tertinggi tiga pekan 2.594 ringgit per ton di Malaysia Derivatif Exchange pada perdagangan akhir pekan.

Situs resmi MPOB menyebutkan sepanjang satu bulan terakhir harga tertinggi di level 2.686 ringgit pada 11 Maret, masih jauh dari level harga tertinggi sepanjang satu tahun terakhir di level 2.887 ringgit pada 13 Mei 2009.

Harga terendah dalam setahun terakhir di level 2.001 ringgit pada 8 Juli 2009. Untuk tahun ini saja, level tertinggi terjadi pada perdagangan 8 Maret yakni 2.701 ringgit.

Malaysia akan memproduksi 17,8 juta ton CPO pada 2010, dan 18,5 juta ton pada 2011 dan pada 2020 akan mencapai 28 juta ton. Produksi pada Februari 2010 tercatat turun 12,45% menjadi 1,15 juta ton dari posisi Januari 2010.

Cadangan CPO per Februari 2010 juga turun 17,64% menjadi 932.971 ton. Begitu juga dengan ekspor minyak sawit turun 11,58% menjadi 1,29 juta ton.

Abdullah mengatakan ekspor dari Malaysia akan tumbuh menjadi 22,9 juta ton pada 2020 dari 16,02 juta ton tahun ini. Malaysia merupakan produsen CPO terbesar kedua dunia, sementara Indonesia sebagai produsen CPO tertinggi pertama dunia mencatat ekspor CPO dan produk turunannya pada Januari 2010 naik 60.000 ton menjadi 1,20 juta ton, dibandingkan dengan bulan yang sama 2009 sebesar 1,14 juta ton.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadhil Hasan mengatakan kenaikan ekspor CPO dan turunannya pada Januari 2010 ketimbang Januari 2009, mengindikasikan kuatnya tren permintaan CPO dari negara-negara konsumen.

"Faktor pemicunya berasal dari pemulihan ekonomi di berbagai negara seperti China dan India yang menjadi importir terbesar CPO, terutama sekali dengan lahirnya CAFTA yang diprediksi dapat mendorong peningkatan permintaan China," ujarnya.

Sekjen Gapki Joko Supriyono mengatakan produksi CPO Indonesia diprediksi naik 1 juta ton menjadi 22 juta ton pada 2010. Sejak 2006, Indonesia sudah menjadi penghasil minyak sawit yang terdiri dari CPO dan CPKO (crude palm kernel oil) dengan total produksi saat itu 16 juta ton.

KARK Bidik Rp 1,2 Triliun dari Rights Issue

PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) berencana menerbitkan saham baru alias rights issue. Perusahaan pertambangan ini membidik dana minimal Rp 1,25 triliun dari hajatan itu. Duitnya untuk membiayai akuisisi tambang nikel dan pelabuhan di wilayah Sulawesi.
Sekretaris Perusahaan KARK, Endang Wijaya, mengatakan, pihaknya sudah mendapat restu dari para pemegang saham untuk meningkatkan modal dasar. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) KARK, Jumat (9/4) pekan lalu, menyetujui peningkatan modal dasar dari Rp 672,16 miliar menjadi sebesar Rp 5 triliun.
Aksi korporasi ini merupakan bagian dari rencana KARK menerbitkan saham baru. "Minimal (nilainya) Rp 1,25 triliun," kata Endang kepada KONTAN, kemarin (11/4). Dia bilang, nilai rights issue bisa lebih tinggi lagi karena disesuaikan dengan nilai akuisisi.
Dia mengaku, sudah ada satu bank asal Singapura yang siap menjadi pembeli siaga (standby buyer) saham baru KARK. "Mereka sudah menyediakan dana hingga US$ 200 juta," imbuh Endang. Rencananya, aksi korporasi itu akan dilangsungkan dalam semester satu tahun ini. Selain akuisisi, duit yang diperoleh dialokasikan buat modal kerja.
Sayang, Endang belum bersedia mengungkapkan jumlah saham baru yang akan diterbitkan. Karena, masih menunggu hasil penilaian rencana akuisisinya.
Sebenarnya, penjajakan akuisisi tambang nikel di Sulawesi oleh KARK sejak tahun 2008. Bahkan, sudah menyepakati harga beli yang didasari atas jumlah cadangan nikel tersedia dan harga nikel saat itu US$ 30 per metrik ton. Tapi, kejatuhan harga nikel hingga US$ 13 per metrik ton menyebabkan harga beli tambang itu dinilai terlalu mahal.
KARK juga akan mengakuisisi pelabuhan di Mamuju, Sulawesi Barat. Pelabuhan ini menampung dan mengangkut batubara ke kapal tongkang. Langkah ini bisa menekan ongkos pengiriman. Bahkan, KARK bisa menyewakan pelabuhan ini kepada perusahaan tambang lainnya.

Friday, April 9, 2010

Rugi Bersih BHIT 2009 Turun 86,48% jd Rugi Rp.48 M

PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) berhasil menurunakan kerugian bersih sepanjang 2009 sekitar 86,48% dari Rp355,262 miliar kini menjadi Rp48,013 miliar.
Demikian penjelasan resmi manajemen BHIT dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (9/4).
Perusahaan milik Hary Tanoe ini berhasil menurunkan rugi bersihnya lantaran perseroan berhasil menekan beban usahanya 11,17% dari Rp5,305 triliun kini menjadi Rp4,712 triliun. Perseroan pun berhasil meraih untung kurs sebesar Rp618,966 miliar dari sebelumnya rugi kurs Rp539,641 miliar.
BHIT juga berhasil menjaring media berbasis pelanggan meningkat 35,92% dari Rp776,061 miliar menjadi Rp1,054 triliun serta media dan penyiarannya pun naik tipis sekitar 2,06% dari Rp3,779 miliar kini menjadi Rp3,857 miliar. Namun, pendapatan usaha perseroan secara keseluruhan turun 8,04% dari Rp5,943 triliun menajdi Rp5,465 triliun.
Di sisi lain, perseroan kurang berhasil meraih untung dari pelepasan investasi. Rugi investasi pun sekitar Rp207,725 miliar dari sebelumnya meraih untung sekitar Rp296,128 miliar. Begitu juga dengan tanggungan pajak perseroan mencapai Rp352,450 miliar dari sebelumnya hanya 86,360 miliar

Bumi Terbitkan 'Convertible Bond' di Rp.3,366

Kabar di kalangan pasar menyebutkan, Bumi Resources Tbk (BUMI) akan menerbitkan surat utang yang bisa dikonversi saham alias convertible bond pada harga Rp3.366.
Surat utang itu jatuh tempo pada tuga tahun setelah penerbitannya. Makanya saham BUMI cenderung naik pada awal perdagangan.
Sementara itu, pada penutupan perdagangan bursa kemarin harga saham BUMI ditutup turtn Rp25 ke Rp2.450

Thursday, April 8, 2010

BEI Usut Isu BUMI & KPC Beri Uang ke Gayus

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi rumor yang beredar terkait anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Kaltim Prima Coal (KPC), yang ikut menyuntikkan dana sebesar lebih kurang Rp500 miliar kepada Gayus Tambunan.

"Lihat dulu nanti, belum dulu komentar. Kita belum melihat tentang itu, karena kasihan ke Gayus (Gayus Tambunan) dia diberitakan terus," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito, saat ditemui wartawan, di sela acara meeting Asosiasi Emiten Indonesia, Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (7/4/2010).

Hal senada juga diutarakan Direktur Utama BEI Ito Warsito yang mengatakan pihaknya belum mengetahui hal itu. Jika hal tersebut terbukti, maka akan terus diusut oleh otoritas pasar modal.

"Kita belum mendengar itu, jika benar nanti pak Eddy yang akan mengusut hal itu. Tidak menutup kemungkinan emiten lainnya," katanya.

Kabar yang diterima okezone dan semakin deras dibicarakan oleh pewarta pasar modal jika emiten PT Adaro Energy Tbk (ADRO) ikut menyuntikkan dana juga ke Gayus Tambunan.

Asing Kuasai 55,81% Saham BUMI

Pemegang saham Bumi Resources Tbk tidak ada yang mempunyai kepemilikan lebih dari 5%. Itu artinya, BUMI seutuhnya dikendalikan oleh pemegang saham publik.
Berdasarkan laporan Biro Administrasi BUMI, PT Ficomindo Buana Registrar ke BEI seperti dikutip IINILAH.COM, Kamis (8/4) dijelaskan asing menguasai 55,81% saham BUMI atau setara dengan 10,83 miliar saham. Kepemilikan asing ini terdiri dari 0,51% yang dimiliki 411 investor individu dan 55,31% yang dimiliki 750 investor institusi.
Sementara pemodal lokal hanya memiliki 44,18% atau setara dengan 8,57 miliar saham di BUMI. Kepemilikan lokal ini terdiri dari 24,55% (47.450 investor individu), 18,19% (655 investor institusi), 1,3% (222 investor dari dana pensiun), 0,14% (20 investor yayasan), dan 4 investor koperasi (0% kepemilikan). [cms]