Monday, April 5, 2010

Laba PANS 2009 Naik 309%

JAKARTA, investorindonesia.com
PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 309% dari Rp 36,477 miliar pada 2008 menjadi Rp 149,366 miliar pada 2009. Kenaikan laba bersih ini didukung dari jasa manajer investasi penjamin emisi naik dan penjualan efek yang naik masing-masing 13,42% menjadi Rp 25,356 miliar.
 
Perseroan juga meraih keuntungan dari pendapatan usaha sekitar Rp 222,257 miliar atau naik 27,81% pada 2009 dari perolehan tahun sebelumnya yang hanya Rp 173,891 miliar pada 2008. Pendapatan bunga perseroan naik dari Rp 8,711 miliar pada 2008 menjadi Rp 32,141 miliar pada 2009.

Laba Trimegah 2009 Turun 32,27%

JAKARTA, investorindonesia.com
PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) membukukan penurunan laba bersih pada 2009. TRIM mencatatkan laba bersih turun 32,27% dari Rp 31,28 miliar pada 2008 menjadi Rp 21,18 miliar pada 2009.
 
Penurunan laba bersih TRIM pendapatan usaha perseroan turun 36,06% dari Rp 288,87 miliar pada 2008 menjadi Rp 188,51 miliar pada 2009.
 
Perseroan juga berhasil mencatatkan penurunan beban usaha sekitar 22,10% dari Rp 193,351 miliar pada 2008 menjadi Rp 150,60 miliar pada 2008.
 
Selain TRIM, perusahaan sekuritas yang mencatatkan penurunan rugi bersih 2009 adalah PT JJ NAB Capital Tbk (OCAP) dan  PT Yulie Securindo Tbk (YULE).
 
OCAP mencatatkan rugi bersih masing-masing dari Rp 10,761 miliar pada 2008 atau turun 78% menjadi Rp 2,285 miliar. Sedangkan YULE mencatatkan rugi bersih Rp 2,882 miliar pada 2009.

Friday, April 2, 2010

Daftar 30 Saham Kapitalisasi Pasar Terbesar 01 April 2010

  1. PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp 169,626 triliun.
  2. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 162,287 triliun.
  3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 134,246 triliun.
  4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 111,066 triliun.
  5. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 103,026 triliun.
  6. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 100,750 triliun.
  7. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 92,704 triliun.
  8. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Rp 62,692 triliun.
  9. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) Rp 61,142 triliun.
  10. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 61,048 triliun.
  11. PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) Rp 52,457 triliun.
  12. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rp 47,621 triliun.
  13. PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) Rp 46,949 triliun.
  14. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 43,659 triliun.
  15. PT Semen Gresik (Persero) Tbk (SMGR) Rp 43,300 triliun.
  16. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) Rp 43,215 triliun.
  17. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 42,993 triliun.
  18. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp 40,091 triliun.
  19. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Rp 38,738 triliun.
  20. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 34,400 triliun.
  21. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 33,146 triliun.
  22. PT Indosat Tbk (ISAT) Rp 29,886 triliun.
  23. PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp 29,778 triliun.
  24. PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) Rp 23,599 triliun.
  25. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM)  Rp 22,892 triliun.
  26. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Rp 21,089 triliun.
  27. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Rp 20,166 triliun.
  28. PT Kalbe Farma Tbk (KBLF) Rp 18,991 triliun.
  29. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) Rp 15,900 triliun.
  30. PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) Rp 15,600 triliun.

Laba Bersih BUMI 2009 Tergerus 48,76% krn adanya realisasi Biaya Pengupasan Lahan

Laba bersih PT Bumi Resources Tbk (BUMI) nampaknya mengalami pemangkasan pada 2009 ini. Adapun laba BUMI mencapai USD190,45 juta, turun sebanyak 48,76 persen jika dibandingkan dengan realisasi laba pada 2008 yang sebesar USD371,69 juta.

Hal tersebut diungkapkan oleh SVP Investor Relations BUMI, Dileep Srivastava kepada okezone di Jakarta, Jumat (2/4/2010).

Menurutnya, laba bersih BUMI tersebut tergerus oleh amortisasi yang dipergunakannnya untuk pengupasan lahan yang ditangguhkan selama beberapa tahun terakhir. "Laba bersih setelah disesuaikan dengan amortisasi, khususnya biaya non-cash pengupasan lahan yang ditangguhkan," jelas dia.

Akan tetapi, dia juga mengatakan jika biaya amortisasi tersebut masih diimbangi oleh keuntungan kurs, serta penjualan beberapa aset perseroan yang tidak produktif. "Tapi masih diimbangi oleh keuntungan investasi ekuitas pada laba selisih kurs, dan penjualan beberapa aset nonproduktif," imbuh Dileep.

Padahal, dia menegaskan jika tidak adanya beban dari amortisasi tersebut laba bersihnya akan mencapai level USD448 juta. "Jika tidak, laba bersih di 2009 akan berada di atas konsensus dari USD448 juta," tukasnya

Kuartal I 2010, Produksi Batu Bara BUMI 16 Juta Ton atau Naik 41,59%

Pada kuartal I-2010 ini, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjual sebanyak 16 juta ton batu bara atau naik sebanyak 41,59 persen jika dibandingkan dengan realisasi penjualan pada kuartal I-2008 yang sebanyak 11,3 juta ton.

"Di kuartal I-2010, BUMI memperkirakan akan menjual batu bara sebanyak 16 juta ton, naik jika dibandingkan dengan kuartal I-2009 yang sebesar 11,3 juta ton," jelas SVP Investor Relations BUMI, Dileep Srivastava kepada okezone di Jakarta , Jumat (2/4/2010).

Padahal, Dileep mengaku kuartal ini adalah periode yang tidak buruk untuk produksi batu bara-nya, di mana curah hujan yang tinggi menjadi penyebabnya. "Ini adalah kuartal terburuk yang pernah dilakukan oleh BUMI karena hujan lebat," imbuh dia.

Walau demikian, penjualan pada kuartal I tersebut berjalan on track. "Penjualan di kuartal I-2010 ini berada di trek yang benar untuk mencapai target 2010 yang dipatok 64 juta ton," jelas dia.

Dengan indikasi tersebut, Dileep optimistis jika kinerja keuangannya pada 2010 ini akan mengalami kenaikan. "2010 diharapkan menjadi tahun yang lebih baik dari tahun sebelumnya untuk penjualan, pendapatan, ebitda dan parameter pendapatan," jelas dia.

Sebelumnya, BUMI akan mengejar pasar batu bara di China, Indonesia, dan India, di mana pasar ini diproyeksikan akan kembali naik di tiga negara berkembang ini. Untuk itu, perseroan menargetkan kenaikan produksi batu bara sebanyak 10 persen jika dibandingkan dengan proyeksi perseroan di 2009 yang sebesar 60 juta ton.

Diproyeksikan, pasar di tiga negara berkembang tersebut akan tumbuh sebanyak 20 persen pada 2010 mendatang.  Perseroan nampaknya berambisi ingin menjadi perusahaan batu bara terbesar di Asia .

"Kalau menjadi terbesar di dunia mungkin masih jauh, kalau di Asia kita coba. Supaya Indonesia menjadi penghasil batu bara terbesar, dan masuk ke pasar di Asia kita punya bargaining position cukup kuat. Potensinya besar sekali," kata Direktur Utama BUMI Ari Hudaya beberapa waktu lalu.

Maka dari itu, pihaknya akan melakukan beberapa akuisisi perusahaan pada tahun ini yang bertujuan untuk meningkatkan produksi batu bara tersebut.

Thursday, April 1, 2010

Laba PGAS 2009 Melesat 882%

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil mencetak lompatan laba bersih hingga 882% selama tahun 2009. Lompatan laba ini terutama berasal dari peningkatan penjualan gas pada usaha distribusi selama tahun 2009.

PGN pada tahun 2009 berhasil mencetak laba bersih Rp 6,223 triliun, atau meningkat tajam dibandingkan laba bersih tahun 2008 yang sebesar Rp 634 miliar.

Penjualan perseroan naik dari Rp 12,794 triliun pada 2008 menjadi Rp 18,024 triliun.  Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari lini distribusi yang mencapai Rp 16,380 triliun. Laba usaha PGN tercatat naik tajam dari Rp 4,65 triliun di 2008 menjadi Rp 7.676 triliun di 2009.

Selama tahun 2009, PGN berhasil mencetak kenaikan penjualan gas pada lini distribusi hingga 792 MMSCFD (juta kaki kubik standar per hari) atau meningkat sebesar 37% dibandingkan tahun 2008 sebesar 578 MMSCFD. Peningkatan volume ini didorong oleh adanya peningkatan kebutuhan dan penyerapan gas oleh pelanggan industri terutama sektor pembangkit tenaga listrik.

Pada bidang usaha transmisi, volume penyaluran gas turut mengalami kenaikan sebesar 1% atau dari 758 MMSCFD di tahun 2008 menjadi 767 MMSCFD selama dua belas bulan tahun 2009. Pendapatan dari transmisi tercatat hanya naik tipis dari Rp 1,519 triliun menjadi Rp 1,624 triliun.

Perseroan juga mencetak laba kurs bersih hingga Rp 1,24 triliun, sejalan dengan tren penguatan rupiah atas dolar AS dan yen Jepang selama tahun 2009.

Di tahun 2009 Perseroan turut berkontribusi pada peningkatan efisiensi nasional melalui pemanfaatan gas bumi oleh industri dan listrik.

"Upaya kami secara aktif untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi secara luas oleh industri dan sektor tenaga listrik disertai dengan perluasan jangkauan dan kapasitas infrastruktur pipa, membuahkan hasil yang signifikan di tahun 2009. Manfaat dari penggunaan gas bumi sangat dirasakan oleh para pelanggan maupun secara nasional dalam  bentuk penghematan biaya subsidi BBM untuk listrik," jelas Hendi Prio Santoso, Direktur Utama PGN dalam siaran persnya, Kamis (1/4/2010).

Namun ia menambahkan, karena keterbatasan pasokan gas di tahun 2009, dari kapasitas jaringan distribusi sekitar 1.125 MMScfd baru termanfaatkan sekitar 792 MMScfd.

"Sehingga kinerja di tahun 2010 akan bergantung pada ketersediaan pasokan gas dan kebijakan alokasi gas nasional. Karena permintaan akan gas bumi terus meningkat," pungkas Hendi.

Laba Bersih Dayaindo Resources (KARK) 2009 Melesat 302,2%

PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) selama tahun 2009 berhasil mencatat kenaikan laba bersih signifikan 302,2% menjadi Rp24,67 miliar dari sebelumnya Rp6,13 miliar.
Perseroan mencatat peningkatan laba bersih ini lantaran ditopang penjualan bersih senilai Rp470,77 miliar, meningkat 25,7% dibandingkan tahun 2008 sebesar Rp374,53 miliar.
Perseroan sampai penghujung tahun lalu juga berhasil menjaring laba kotor sebesar Rp44,16 miliar dari sebelumnya Rp14,86 miliar. Meski mengalami beban lain-lain Rp7,38 miilar namun keuntungan Dayaindo tahun lalu menebal lebih dari dua kali lipat menjadi Rp9,71 miliar dari sebelumnya Rp4,30 miliar. Laba bersih per saham juga menebal menjadi Rp5,78 dari Rp3,36 dengan aset Rp777,200 miliar dari Rp520,47 miliar.

Laba SMMA Naik Drastis 166%

PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) mencatatkan kenaikan laba bersih konsolidasi drastis sebesar 166,2 persen menjadi sebesar Rp700,1 miliar pada 2009 jika dibandingkan dengan periode di 2008 sebelumnya sebesar Rp263,6 miliar.

Demikian diungkapkan Direktur Utama SMMA Doddy Susanto dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (1/4/2010).

Jumlah pendapatan operasional naik hingga mencapai Rp11,098 triliun dari sebelumnya sebesar Rp8,03 triliun. Sementara kenaikan pendapatan operasional ini dikontribusikan oleh pendapatan underwriting asuransi perseroan naik menjadi Rp8,21 triliun dari sebelumnya Rp5,97 triliun. Ditambah lagi dengan pendapatan dari investasi pada reksa dana naik mencapai Rp1,196 triliun dari sebelumnya Rp722 miliar.

Juga dari pendapatan bunga naik menjadi Rp864,498 miliar dari sebelumnya Rp625,353 miliar, keuntungan atas kenaikan nilai wajar efek yang belum direalisasi sebesar Rp189,9 miliar, dan penjualan sebesar Rp154,489 miliar dai sebelumnya Rp37,256 miliar.

Sementara itu, total beban operasional perseroan mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp10,33 triliun dari sebelumnya yang sebesar Rp7,69 triliun.

Alhasil, laba operasional mengalami kenaikan menjadi Rp767,265 miliar dari sebelumnya yang sebesar Rp336,17 miliar. Sementara laba sebelum pajak, dan hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan adalah sebesar Rp779,58 triliun, naik dari sebelumnya yang sebesar Rp349,176 miliar.

Di sisi lain, jumlah aset perseroan naik menjadi Rp19,7 triliun dari sebelumnya yang hanya Rp15,537 triliun. Sementara jumlah kewajiban perseroan juga naik menjadi Rp16,1 triliun dari sbeelumnya Rp12,77 triliun

Laba Bersih BAPA 2009 Melejit 1.911%

PT Bekasi Asti Pemula Tbk (BAPA) berhasil meraup laba bersih signifikan sepanjang 2009 sebesar Rp8 ,982 miliar atau melejit 1.911% ketimbang 2008 hanya Rp 446,623 juta.
Manajemen Bekasi Asri dalam keterbukaan informasi  Kamis (1/4) mengungkapkan, kenaikan signifikan laba bersih ini ditopang dari berhasilnya perseroan menggaet untung dari penjualan perumahan sekitar 21,69% menjadi Rp 63,588 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp 52,251 miliar.

Namun demikian, beban pokok penjualannya pun naik tipis 10,75% dari Rp 35,856 miliar menjadi Rp 39,714 miliar.

Pendapatan giro dan deposito pun berhasil mendongkrak laba. Pendaparan giro berhasil melonjak 2.157% dari Rp 18,461 juta menjadi Rp 416,778 juta.

Daftar Saham Margin dan Short Selling periode April 2010


Berikut daftar saham marjin periode April:

1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
2. PT Adaro Energy Tbk (ADRO).
3. PT Astra International Tbk (ASII).
4. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
5. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
6. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
7. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).
8. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
9. PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
10. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
11. PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
12. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
13. PT Indosat Tbk (ISAT).
14. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
15. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
16. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
17. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
18. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
19. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
20. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).
21. PT Semen Gresik Tbk (SMGR).
22. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
23. PT United Tractors Tbk (UNTR).
24. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
25. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP).
26. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).
27. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).
28. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).
29. PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
30. PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO).
31. PT Timah Tbk (TINS).
32. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Daftar saham short selling:

1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
2. PT Adaro Energy Tbk (ADRO).
3. PT Astra International Tbk (ASII).
4. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
5. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
6. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
7. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).
8. PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
9. PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
10. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
11. PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
12. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
13. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
14. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
15. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
16. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
17. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).
18. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
19. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).
20. PT Semen Gresik Tbk (SMGR).
21. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
22. PT United Tractors Tbk (UNTR).
23. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
24. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP).
25. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).
26. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).
27. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
28. PT Timah Tbk (TINS).
29. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).